Bayi atau …?
April 5, 2008Mataku terpejam erat. Kakiku mulai berkeringat. Perlahan kubuka sebelah mataku, tetapi masih seperti tadi. Gelap gulita. Udara dingin terasa panas dan kedap.
Sesaat kemudian, suara itu terdengar lagi. Bayi yang menangis di tengah kegelapan seakan-akan mencari udara dalam plastik bening yang terikat rapat. Bayi dalam kehampaan udara. Sungguh tersiksa tanpa ada yang dapat dilakukan. Ia hanya dapat meronta sebisanya. Tangisannya terdengar seperti nafas yang tercekat.
Beberapa saat kemudian, suaranya meredam. Bayi itu lemas. Ujung jari-jarinya yang mungil mulai membiru. Kaku. Suaranya pun hilang perlahan-lahan. Plastik yang tadinya kembang-kempis akhirnya diam. Hanya ada embun-embun sisa perjuangan sang bayi.
Aku berjingkat menghampiri di tengah kegelapan. Tapi bayi itu tidak ada disana. Dia hilang. Nafasku tertahan. Lalu tanpa terduga, tangisan itu terdengar lagi. Kali ini di belakangku. Dekat. Dekat sekali. Perlahan terasa hembusan hangat di kakiku. Seperti nafas seorang bayi. Mata kakiku hangat. Lalu tiba-tiba…
**Rrrrrrrrggggghhhhhhhh…….!! Kucing brengseeeeeekk!!! Kawin di balcony depan kamar gw jam 3 pagi! Why don’t u bring ur ass away and get a room!?? Dasar kucing! Ga punya aturan!! Sh*t!!
1 Comment »
The URI to TrackBack this entry is: http://niczide.blogsome.com/2008/04/05/p62/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
dasar manusia setengah hewan!
Comment by annoying — April 22, 2008 @ 4:53 am