Sunday Noon. Alone.
March 12, 2009Bagian paling meresahkan dari hidup sendirian di kamar kos adalah pada saat hari libur. I love to spend my free day alone. I really am. Nonton dvd sampai subuh, bangun siang. Secara sadar, ini adalah bentuk protes dari tuntutan rutinitas bangun pagi-ngopi-mandi-berangkat kantor selama hampir tiga tahun ini. Sebenarnya udah ngantuk dari semalem, tapi sayang aja kalo ga dipake begadang dan bangun siang. Walaupun bukan orang yang bisa tidur seharian sebenernya, tapi gw selalu ngrasa rugi kalo hari libur bangun ‘kepagian’. Makanya selalu dijaga dari semalam agar tirai kamar kos 4x3m ini tertup rapat, jangan sampai sinar matahari masuk sedikit pun.
Like today. Beautiful Sunday noon (yes, i passed the morning with a very good sleep time. yaayy!). Tapi ya itu, bagian paling ngselin muncul kemudian. I’m starving!! Rrrrrrrgggghh…! I hate this part. Buka bedcover atau pipis aja males setengah mati, and now, i’ve to find out foods! Hal penting yang ga ada di kamar gw ini. Akhirnya dengan kostum seadanya, gw terpaksa keluar kos dan jalan ke tempat makanan terdekat. Whatever it is, yang penting bisa dimakan.
Padahal di rumah…… Tinggal turun tangga tanpa perlu ganti baju dengan yang lebih pantas atau sekedar ngaca, buka tudung saji, dan duduk dengan kaki naik ke atas kursi. Makan sambil baca koran. Nikmatnya.. Tapi kenapa gw lebih pilih di kos? Itulah.. Kadang manusia lebih suka menyusahkan diri sendiri, berpikir tentang diri sendiri daripada harus tau apa yang terjadi dengan orang lain. At least, that’s me. Tingkat egois jauh lebih tinggi dari yang disadari. Makhluk sosial? Benar. Tapi bersosialisasi ternyata untuk diri sendiri juga. Berteman untuk kepentingan diri sendiri, mencintai orang lain untuk memenuhi kebutuhan dicintai nantinya, dan bahkan beramal pun untuk kebanggaan dan keselamatan diri sendiri.
Mungkin memang begitulah hidup manusia. Air mata yang digunakan untuk menangisi orang lain dan diri sendiri adalah modal untuk bersosialisasi. Strategi. Manusia harus mengerjakan kewajiban dan memperoleh hak dengan cara apapun. Semakin matang strateginya, semakin mudah hidupnya. Strategi yang baik selalu berjalan dengan halus. Tidak kasar, tidak terduga. Dengan awal dari arah yang berlainan, ternyata bisa mencapai jalur yang sama. Tidak terasa oleh orang-orang di sekitarnya. I’m not talking about a good dove and a bad snake here. I talk about way of life. Tidak perlu bilang ‘A’ untuk memperoleh A. Dan tidak perlu membenci ‘B’ untuk menghindarinya. Pintar-pintarnya manusia hidup. God gives brain and other stuff to stay alive, but human being should discover way how to live happily. That’s why we have enemy, boss, parents, mother in law, and mean friends. Itu alasan mengapa manusia harus merasakan dibenci, diselingkuhi, dikhianati, dihukum, dirampok. It’s not about the unfair God. More than that simple thing, we’ve to discover the way. Be smart, know how to get and let something go. Know the meaning of something unseen. Be able to translate a fake good thing. Make a different way, out of the trap. This is for one reason, to stay alive mentally. Because good thing is always there. Sometimes it’s unseen, but it’s always there. And it will appear when we are ready.
*So, when someone say to you with her/his sweet mouth "I love u just the way you are" or "I can’t live without you", is it not too rough? Believe it, and we’ll die the next day. Hehe, don’t bother, it’s just me and my complicated mind. One word, strategy.
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://niczide.blogsome.com/2009/03/12/sunday-noon-alone/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>