Kategori-Kategori

June 4, 2009

Manusia sepertinya memang hobi mengkategorikan segalanya. Bahkan untuk hal-hal yang tidak perlu dikategorikan. Salah satu contoh dari pernyataan ini terjadi di gw sendiri.

Gw suka nonton di bioskop, begitu pun dengan partner. Tapi tidak semua film untuk ditonton berdua pastinya. Kategorinya adalah: *halahh. hee

- Film yang untuk ditonton bersama teman kantor. Film terakhir yang gw tonton sama teman kantor adalah Crank. Biasanya nonton film sama mereka pada saat sore-sore ngantuk (dan nganggur) atau malam setelah makan. Sebelum balik kantor, kita ke Blok M Plaza (lokasi terdekat dengan kantor sekarang yang bisa dicapai dengan jalan kaki -walaupun lagi males. Deket banget soalnya), dan ada film yang pas waktunya. Biasanya berantem dulu sebentar untuk pilih film. Padahal ga penting filmnya apa, kita akan selalu ketawa-ketawa di dalem.

- Film lain ditonton sama salah satu teman kampus yang gw tau suka nonton film yang sama. Lord of The Rings yang selalu ditonton sama Audi, misalnya. Atau rencana nonton Mammamia sama Widy dan Terminator sama Imel. Kalau yang ini banyak banget yang direncanain, tapi sering banget juga ga jadi karena waktunya susah dicari. Hehe, sok sibuk. Am i right, gals?

- Selain itu, ada juga film yang maunya ditonton sama temen-temen kantor lama. Janjian di Planet Holywood atau Senayan City misalnya. Film ini seperti The Day The Earth Stood Still. Janjian jenis ini juga seringa batal karena jamnya kelewatan. Akhirnya karena telat, kita cuma kumpul-kumpul dan end up di tempat makan, ngopi, nyanyi, atau be-rusuh-ria. :D

- Setelah itu, ada ‘film pacaran’, contohnya Angels And Demonds. Ga tau kenapa, tanpa ada kesepakatan tertulis atau terucap, film ini memang rasanya memanggil untuk ditonton bersama partner. ‘Film pacaran’ ini sebenarnya ‘terbuka untuk umum’, siapapun boleh bergabung. Tapi karena sifatnya ‘mendesak’ (ga sabar pengen cepet-cepet nonton), gw males diberatkan dengan keribetan untuk janjian-janjian sama banyak orang. Pergilah berdua aja. Film pacaran lain yang ditonton bersama pacar dan teman-temannya juga ada, salah satunya Generasi Biru. Selain itu, banyak juga ‘film pacaran’ lain yang tidak perlu ditonton di bioskop. Itu termasuk dalam kategori ‘dvd pacaran’. Film ini biasanya film-film drama komedi. Soalnya kalo nonton sendiri bisa (pasti) tidur. Hehe, film ini contohnya He’s Just Not That Into You (terakhir film ini ended up dengan sama-sama tertidur sih sebenarnya. Pulasss. Sukses. Hehe).

-Film lain lagi adalah film pribadi, dimana gw cuma mau nonton film ini sendiri. Salah satunya adalah serial Grey’s Anatomy (my favourite). Uu, I’m so in love with that serial movie. Contoh lainnya lagi adalah film seperti Beautiful Mind atau The Boy with Stripe Pajamas. Biar bebas ‘berekspresi’ critanya. Hee.

- Satu lagi film bersama teman-teman ceweq kampus (Audi ‘Diau’, Imel ‘Liu’, Widy ‘Sekseh’, i miss this moment so much) adalah serial Friends. Dulu waktu lagi mumet gara-gara tugas, kita selalu kumpul di kos Audi di Cimbuluit dan menghibur diri dengan timbunan makanan berat, ringan, minuman halal, minuman haram, beberapa benda haram lain (hehe, dan gosip-gosip PENTING tentunya). Setelah nonton city light dari atas sana sambil curhat-curhat colongan dan mulai kedinginan, kita masuk kamar dan nonton Friends. Ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi, dan selalu seru -padahal udah diulang ribuan kali. :) )

Baru tentang film, kategorinya udah seperti itu. Hal ini terkotak-kotak dengan sendirinya, tanpa ada aturan dari siapapun. Dan mengkategorikan teman, Itu juga tidak bisa dihindari. Secara tidak langsung (walaupun tetap secara sadar), gw juga menkategorikan teman. Ada teman untuk diajak belanja aja. Ada teman makan aja. Ada teman jajan aja. Ada teman curhat keluarga aja. Ada teman curhat pacar aja. Ada teman gosip aja. Ada teman curhat kerjaan aja. Ada teman ketawa-ketiwi aja. Ada teman kerja aja. Ada teman belajar aja. Dan lain-lain (termasuk banyak teman untuk hura-hura aja), tergantung pada banyak hal.

Ribet memang, tapi memang begini keadaannya. Dan gw termasuk orang yang mengkategorikan segalanya. Ga tau gw yang aneh atau yang lain bisa mewajarkan hal ini, silahkan berkomentar. :)

*Tapi gw bersyukur tidak mengkategorikan orang ke dalam kategori beda ras, beda agama, beda budaya. :( Hal paling kejam, bodoh, dan tidak beradab yang gw tau sampe sekarang. Jahat. Semoga Indonesia, generasi saat ini, dan generasi selanjutnya bisa ’sembuh’ dari hal ini. Semoga.. *Be positive and let us fight. Will u?

2006 © Niczide - Monica Anastasia | This weblog using : Blogsome™ and Wordpress™

All Right Reserved. Design by reeworkz | contact reeworkz

Please, for you convinience use Firefox 2.0™ | XHTML valid | CSS valid